Tautan disalin ✓
Dobeon Agentic Operations / SOP Operasional
Cetak
Dobeon Agentic Operations

SOP Operasional

Cara menjalankan perusahaan berbasis agent sehari-hari — dari memunculkan sebuah use case hingga produksi, beserta ritme operasi, persetujuan, dan kontrol.

1. Onboarding sebuah use case (ide → produksi)

Setiap proses yang ingin di-agent-kan melewati 9 langkah berikut. Tujuannya: tidak ada agent yang langsung memegang aksi berisiko tanpa bukti.

1
Pemetaan proses. Petakan proses manual: input, langkah, output, pengambil keputusan.
2
Klasifikasi risiko & level. Tetapkan level otonomi (L1–L4) & threshold nilai. Default mulai L2.
3
Policy-as-code. Tulis aturan: siapa approver, batas nilai, exception → eskalasi ke siapa.
4
Bangun workflow. Definisikan langkah agent, tool (least-privilege), titik gate persetujuan.
5
Shadow mode. Agent jalan paralel dengan manusia tanpa eksekusi nyata — bandingkan hasil.
6
Pilot terbatas. Aktifkan untuk subset kecil; pantau akurasi, biaya, waktu.
7
Go-live L2. Produksi dengan approval manusia di setiap aksi.
8
Promote. Naik ke L3/L4 hanya bila metrik lolos (akurasi ≥ ambang, error material = 0 dalam N transaksi).
9
Review berkala. Retraining playbook saat kebijakan berubah; demote bila error naik.
Kriteria promote/demote dikuantifikasi per use case. Lihat Tata Kelola untuk ambang & circuit breaker.

2. Ritme operasi harian

IramaAktivitasAktor
Real-timeAgent eksekusi tugas L3/L4; kirim approval request L2 ke WhatsApp/Telegram.Agent + approver
HarianDigest pagi: antrian approval, anomali, KPI; agent merangkum untuk pimpinan.Pimpinan baca
MingguanReview exception & error; tuning threshold.Ops owner
BulananAudit log review; evaluasi akurasi & ROI; keputusan promote/demote level.Steering committee
KuartalanAudit independen; review keamanan & kepatuhan.Auditor + CISO

3. SOP persetujuan (Human-in-the-Loop)

Konteks lengkap

Setiap request approval wajib menyertakan: apa, berapa, kenapa direkomendasikan, dampak anggaran, alternatif.

SLA & eskalasi

Jika approver tak merespons dalam X jam → otomatis eskalasi ke atasan/backup.

Tercatat

Keputusan (approve/reject/revise) dicatat: identitas, waktu, alasan — immutable.

Tanpa auto-execute

Aksi ireversibel selalu butuh approval manusia. Tidak ada pengecualian.

Contoh matriks threshold persetujuan

Nilai transaksiMekanismeLevel
< Rp 2 jtAuto-eksekusi + notifyL3
Rp 2–50 jt1 approver via chatL2
> Rp 50 jt2 approver (maker–checker)L2
Strategis / ireversibelKomite + dokumentasiManusia

Threshold dikonfigurasi per perusahaan sebagai policy-as-code.

4. SOP keamanan & kepatuhan

  • Least-privilege: tiap agent hanya punya akses tool yang diperlukan tugasnya.
  • Pemisahan tugas (SoD): agent yang menyiapkan ≠ yang mengeksekusi pembayaran; manusia memutus.
  • Data: PII diredaksi/di-mask; data sensitif tidak keluar lingkungan (opsi self-host model).
  • Audit: semua aksi agent immutable-logged; dapat direkonstruksi untuk auditor.
  • Kill-switch: satu tombol menghentikan semua agent; circuit breaker otomatis saat anomali.

5. Penanganan exception

A
Deteksi. Agent menemui kondisi di luar playbook (data janggal, di luar threshold, konflik).
B
Berhenti & eskalasi. Agent tidak menebak — pause aksi, kumpulkan konteks, kirim ke manusia yang tepat.
C
Keputusan manusia. Manusia memutuskan; keputusan menjadi data untuk perbaikan playbook.
D
Pelajari. Pola exception berulang → tambahkan ke policy-as-code agar otomatis ke depan.

6. RACI peran delivery

Pembagian tanggung jawab antara tim Dobeon dan klien selama implementasi & operasi.

AktivitasDobeonKlien (Bisnis)Klien (IT/Sec)
Pemetaan proses & policy-as-codeRAC
Bangun agent & integrasiR/ACC
Akses sistem & dataCIA
Approval transaksi (HITL)IR/AI
Keamanan & kepatuhanRCA
Promote/demote levelRAC

R = Responsible · A = Accountable · C = Consulted · I = Informed

7. Matriks eskalasi

SituasiTingkat-1 (≤ menit)Tingkat-2 (≤ jam)Tingkat-3
Approval tak diresponsReminder otomatisEskalasi ke atasan/backupSLA breach → ops owner
Agent ragu / di luar playbookPause & minta klarifikasiEskalasi ke ops ownerPakar domain
Anomali data/biayaAlert + auto-throttleInvestigasi tim DobeonCircuit breaker
Insiden materialKill-switch use caseIncident response (lihat §8)Manajemen + klien

8. Incident response (runbook)

1
Deteksi & klasifikasi. Tentukan severity (S1 kritis–S4 minor). S1/S2 → kill-switch use case terdampak.
2
Kontain. Hentikan agent terkait; bekukan aksi tertunda; amankan data.
3
Pulihkan. Rollback bila perlu (jejak audit memudahkan rekonstruksi); kembalikan ke proses manual sementara.
4
Komunikasi. Beritahu klien & stakeholder sesuai SLA; bila menyangkut data pribadi → ikuti kewajiban notifikasi PDP.
5
Post-mortem. Akar masalah, perbaikan playbook/guardrail, keputusan demote level. Tanpa menyalahkan individu.
SeverityDefinisiTarget respons
S1Kerugian finansial/data/reputasi material berjalanSegera · kill-switch
S2Aksi salah signifikan tapi terkontain< 1 jam
S3Error minor, dampak terbatas< 1 hari
S4Kosmetik / peningkatanBacklog

9. Checklist onboarding klien

Bisnis

Sponsor eksekutif · proses & policy terpetakan · approver & threshold · KPI baseline · komunikasi internal.

Data & Sistem

Inventarisasi sistem (ERP/HRIS/akuntansi) · kredensial least-privilege · DPA ditandatangani · klasifikasi data (PII) · sandbox.

Keamanan & Legal

RBAC · data residency disepakati · audit log aktif · registrasi PSE (bila perlu) · SLA & liability cap.

10. Change management (sisi klien)

  • Narasi augmentation — agent mengambil pekerjaan repetitif; manusia naik ke pekerjaan bernilai tinggi.
  • Libatkan tim sejak awal — mulai dari proses yang paling dibenci karyawan, bukan yang paling sensitif.
  • Pelatihan — cara membaca request approval, kapan mengoreksi, kapan eskalasi.
  • Champion per divisi — duta internal yang membantu adopsi & memberi umpan balik.
  • Transparansi — tunjukkan jejak audit; bangun kepercayaan lewat bukti, bukan klaim.

11. Metrik & KPI

KategoriMetrikTujuan
KualitasAkurasi rekomendasi · % approval direvisi · error material/N transaksiDasar promote/demote level
EfisiensiWaktu siklus · jam-orang dihemat · throughputBukti ROI
FinansialPenghematan vs baseline · biaya per transaksi (incl. token)Jaga margin & nilai
KeandalanUptime · MTTR insiden · jumlah eskalasiOperasi sehat
Adopsi% proses aktif · kepuasan pengguna (NPS internal)Keberlanjutan